prelude to nowhere

pembuka ini sebuah langkah kecil untuk kembali menulis lagi setelah beberapa lama membiarkan jemari lelap dalam tidur panjang yang nyenyak sekali. sejujurnya aku tidak terlalu tahu harus mulai darimana, dengan apa, dan bagaimana. Toh seringnya aku menghapus semua cerita-cerita yang sudah ditulis tidak lama setelah ia purna. aku pikir aku juga terlalu sering dan teramat banyak berubah sehingga tidak bisa bilang bahwa aku di hari esok tidak akan tiba-tiba berubah menjadi musuh bagi pemikiran-pemikiran sendiri di hari ini, pun jika aku lusa tidak akan tiba-tiba menepuk pundak agar memulai kembali. tetapi jika memang pemikiran-pemikiranku pada akhirnya tetap menjadi kontradiksi maka satu-satunya opsi menuju penerimaan diri adalah untuk menyelami mereka dalam petualangan kecil ini. 
mari, biar kugenggam tanganmu.

Comments

Popular Posts